Untuk membedakan tanaman ini dengan
spesies lainnya adalah dari segi bentuk tanaman mempunyai salah satu
cirri yang berbeda dari tanaman lainnya, Salah satu ciri khas dari
spesies ini adalah adanya warna ungu di sepanjang ibu tulang daun.
Helaian daun berwarna hijau muda sampai hijau tua dengan punggung daun
berwarna pudar dan berkilat. Bentuk daunnya bundar,
lonjong ke ujung, pertulangan daun menyirip, warnanya hijau dengan
panjang 25-70 cm dan lebar 8-15 cm.
Mahkota bunga berwarna putih, dengan
tepi bergaris merah tipis atau kuning. Rimpang berwarna putih atau
kuning muda dengan rasa sangat pahit. Dari rimpangnya keluar aka-rakar
yang kaku dan pada ujungnya terdapat kantong air. Berbeda dengan kencur, kunyit / kunir
dan jahe , tanaman temu putih Rimpang temu putih rasanya sangat pahit,
pedas, sifatnya menghangatkan, dan berbau aromatik. Ciri khas pada
rempah masing –masing sangat berbeda, namun terkadang bila kita jarang
menjumpai rempah ini sering sekali binggung dengan nama mereka karena
bentuknya hampir serupa tapi tak sama.
Berbagai manfaat dapat ditemukan dari
seluruh bagian tanaman temu putih, mulai dari daun, bunga, rimpang muda,
dan rimpang tua. Namun, rimpang merupakan bagian tanaman yang paling
banyak dimanfaatkan. Rimpang muda banyak digunakan untuk bumbu masak,
sedangkan rimpang tua digunakan sebagai bahan baku industri
obat dan kosmetika terutama parfum Di masyarakat, temu putih banyak
digunakan sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut
kembung, dan gangguan lain.
Minyak atsiri temu putih berupa cairan kental kuning emas mengandung monoterpen dan seskuiterpen. Monoterpen Curcuma zedoaria terdiri
dari monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, d-kamfen), monoterpen alkohol
(d-borneol), monoterpen keton (d-kamfer), monoterpen oksida (sineol).
Seskuiterpen dalam Curcuma zedoaria terdiri dari berbagai golongan dan berdasarkan penggolongan yang dilakukan terdiri dari golongan
bisabolen, germakron, eudesman, guaian, dan golongan spironolakton.
Kandungan lain meliputi etil-p-metoksisinamat, 3,7- dimetillindan-5-asam karboksilat.
Temu putih memiliki prospek sebagai obat
tradisional, sebagai campuran makanan dan minuman maupun sebagai
komoditi ekspor yang menjanjikan.Berdasarkan penelitian pengalaman
(empiris) temu putih memiliki manfaat menyembuhkan berbagai macam
penyakit yaitu antikanker, asma, hepatitis, menurunkan kadar kolesterol
dan trigliserida darah, TBC, sinusitis.
Komponen utama yang berkhasiat dalam
rimpang temu putih adalah kurkuminoid, flavonoid, polifenol dan minyak
atsiri. Temu putih berkhasiat menetralkan racun, menghilangkan rasa
nyeri sendi, menurunkan kadar kolesterol darah, antibakteri dan sebagai
antioksidan alami penangkal senyawa senyawa radikal bebas yang
berbahaya.
MEKANISME KERJA
Zedoarin, kurdiona dan kurkumol.
Zat-zat tersebut ternyata bersifat anti neoplastik merusak pembentukan
ribosoma pada sel-sel kanker dan jaringan liar dengan cara meningkatkan
pembentukan jaringan fibroblast di sekeliling jaringan kanker, lalu
membentuk lapisan limfosit dalam sel-sel jaringan kanker dan
membungkusnya, sehingga sel-sel jaringan kanker tersebut tidak dapat
berkembang, akhirnya sel-sel kanker akan mati, dan tidak menimbulkan
bahaya lagi.
HASIL PENELITIAN
- Chan Minyi dkk, Anti Cancer Medical Herbs.Curcuma zedoaria mempunyai efektivitas yang lebih tinggi untuk mengatasi kanker dan tumor.
- American Institute Cancer Report (New York Time), 1 Juni 1999 dan juga oleh pakar Fakultas Farmasi, PAU Bioteknologi, serta PPOT UGM Yogyakarta. Kunir Putih mengandung RIP yang berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya, memblokir pertumbuhan sel kanker
Tidak ada komentar:
Posting Komentar